Pada Waktunya
Banyak orang bijak dan so bijak bilang, kalau
"Semua akan indah pada waktunya"
Saya percaya. Dan saya juga sadar, ini bukan waktunya. Bukan, belum sekarang waktunya saya merasakan keindahan itu.
Tapi kapan?
Kapan waktunya?
Tidak baru sebentar saya beharap merasakan keindahan itu. Keindahan yg dijanjikan nabi bila kita mampu terus bersabar menantinya. Cukup lama saya percaya, pada kalimat yg sampai sekarang belum saya rasakan bukti nyatanya.
Kapan?
Kapan waktunya?
Pertanyaan itu terus terpendam dalam batin ini. Perlahan mulai mengacaukan laju impuls sel-sel otak kiri ini, terus menjalar hingga merusak isi hati.
Sampai akhirnya, saya ingat..
Orang-orang bijak dan so bijak itu juga pernah bilang, kalau
"Semua yg berlebihan itu tidak baik."
Mungkin, maksud dari ucapan mereka itu, ini. Berlebihan dalam hal percaya. Percaya dengan waktu. Percaya kalau "Semua akan indah pada waktunya."
Mungkin juga maksud mereka adalah berlebihan dalam hal berharap. Berharap pada waktu. Berharap kalau "Semua akan indah pada waktunya".
Saya sadar lagi. Saya salah. Saya terlalu percaya. Saya terlalu berharap.
Tiba-tiba..
"Hey.."
Terdengar suara yg muncul dari arah dalam kepala saya. Tak ada orang lain yg mampu mendengar. Hanya saya, juga hati kecil ini.
"Jangan terlalu percaya dengan waktu.
Jangan terlalu berharap pada waktu.
Dia selalu punya kejutan.
Dia mampu membuat perih semakin parah.
Dia mampu merubah ingin menjadi sebatas angan."
Kemudian hening. Suara itu tak terdengar lagi. Hilang dalam kesunyian. Lenyap, senyap. Meninggalkan getar dalam dada. Membuat pedih pada batin ini semakin tak mampu dipendam lagi, tak mampu diredam.
Getaran itu tak mampu lagi saya bendung. Perlahan ada yg mengalir pada pipi ini, air mata yg bening namun terasa keruh karna semua beban yg diangkutnya. Lalu ada yg menepuk bahu saya. Saya menoleh ke belakang. Ternyata hati kecil saya yg sejak tadi melihat dan mengamati saya mencoba menguatkan.
"Waktu hanya akan berteman dengan tubuh yg penuh tabah" lirihnya.
Salam, Bakhtiar Rosadi.
"Semua akan indah pada waktunya"
Saya percaya. Dan saya juga sadar, ini bukan waktunya. Bukan, belum sekarang waktunya saya merasakan keindahan itu.
Tapi kapan?
Kapan waktunya?
Tidak baru sebentar saya beharap merasakan keindahan itu. Keindahan yg dijanjikan nabi bila kita mampu terus bersabar menantinya. Cukup lama saya percaya, pada kalimat yg sampai sekarang belum saya rasakan bukti nyatanya.
Kapan?
Kapan waktunya?
Pertanyaan itu terus terpendam dalam batin ini. Perlahan mulai mengacaukan laju impuls sel-sel otak kiri ini, terus menjalar hingga merusak isi hati.
Sampai akhirnya, saya ingat..
Orang-orang bijak dan so bijak itu juga pernah bilang, kalau
"Semua yg berlebihan itu tidak baik."
Mungkin, maksud dari ucapan mereka itu, ini. Berlebihan dalam hal percaya. Percaya dengan waktu. Percaya kalau "Semua akan indah pada waktunya."
Mungkin juga maksud mereka adalah berlebihan dalam hal berharap. Berharap pada waktu. Berharap kalau "Semua akan indah pada waktunya".
Saya sadar lagi. Saya salah. Saya terlalu percaya. Saya terlalu berharap.
Tiba-tiba..
"Hey.."
Terdengar suara yg muncul dari arah dalam kepala saya. Tak ada orang lain yg mampu mendengar. Hanya saya, juga hati kecil ini.
"Jangan terlalu percaya dengan waktu.
Jangan terlalu berharap pada waktu.
Dia selalu punya kejutan.
Dia mampu membuat perih semakin parah.
Dia mampu merubah ingin menjadi sebatas angan."
Kemudian hening. Suara itu tak terdengar lagi. Hilang dalam kesunyian. Lenyap, senyap. Meninggalkan getar dalam dada. Membuat pedih pada batin ini semakin tak mampu dipendam lagi, tak mampu diredam.
Getaran itu tak mampu lagi saya bendung. Perlahan ada yg mengalir pada pipi ini, air mata yg bening namun terasa keruh karna semua beban yg diangkutnya. Lalu ada yg menepuk bahu saya. Saya menoleh ke belakang. Ternyata hati kecil saya yg sejak tadi melihat dan mengamati saya mencoba menguatkan.
"Waktu hanya akan berteman dengan tubuh yg penuh tabah" lirihnya.
Salam, Bakhtiar Rosadi.

keren kerenn..!
ReplyDeleteMakasih ras:D
Deletekeren iar, harus di rombak sedikit dekor di blog elu bah :) happy writting :)
ReplyDeleteMakasih tam. Rombakin dong :D
Delete