Surat Terbuka: Untuk Mereka Yang Memutuskan Pergi
Bagaimana sakitnya diacuhkan mungkin sebuah masalah bagimu. Tapi, bagaimana perihnya kepergian adalah masalah bagi kita.
Semua memiliki masanya sendiri. Sesaat sebelum kau memutuskan untuk pergi, aku tahu bahwa waktuku telah habis untukmu.
Kita pernah sama membayangkan hal-hal bahagia sebelum lelap, lewat canda dan obrolan pengantar mimpi yang hangat.
Kita pernah sama kuat bertahan dari ego yang berhembus, pada akhirnya pondasi kita goyah, jatuh, dan hancur.
Kita pernah sama senyum dalam bincang yang tak putus. Saat matahari tersenyum hangat hingga jatuh padam tergantikan.
Ini menyakitkan.
Seperti hembusan angin yang membawaku beralih demikian cepat, seolah aku bukan orang yang tepat.
Kau pun begitu, terbawa perasaan orang yang mungkin kau anggap tak salah, namun ternyata hanya singgah.
Lalu, Tuhan memberi sebuah hukuman, saat kamu menghapus diri dari cerita yang sudah ku tata sedemikian rupa. Bukan, kita tata sedemikian rupa.
Aku paham, bukan maksud Tuhan tak ingin kita bahagia di sini, keputusanmu untuk pergi pasti meninggalkan sebab akibat yang tidak tersirat.
Ada yang lebih menyakitkan ketimbang kepergianmu. Kau yang terus bertahan dengan aku yang selalu mempertahankannya.
Kita berpisah di persimpangan. Kau memandangku terus berjalan dengannya, dan kau sendiri tersandung kerikil di jalan setapak. Jalan yang pernah kita rencanakan untuk melewatinya bersama
Kamu memandangku mudah mengarungi samudera dengannya, sedangkan kamu sendiri, berlayar dengan gontai di tengah deburan ombak menuju dermaga kebahagiaan yang pernah kita dongengkan.
Sekiranya akan ada jalan yang begitu mudah kau arungi, aku sadar itu bukan denganku. Di tengah inginku untuk ada di satu jalan bersamamu. Aku suka, kamu suka, namun ternyata tidak pernah ada kita.
Kuharap, setelah kau tak lagi ada dalam hidupku, dan aku tak lagi ada dalam hidupmu, dalam sekejap juga kau mampu menemukan kebahagiaanmu, seperti kebahagiaanku.
Semoga.
Maaf.
Terimakasih.
Bakhtiar Rosadi
Bakhtiar Rosadi

Comments
Post a Comment
Pembaca yang baik meninggalkan jejak. Komentar kalian turut serta membangun kelangsungan hidupnya blog ini..